Bahasa Indonesia English
SEKILAS INFOSELAMAT DATANG DI PUSKESMAS TAROGONG

WASPADA VIRUS ZIKA

Bookmark and Share
Sabtu, 10 September 2016 - 09:49:24 WIB » Diposting oleh : Administrator » Hits : 303 » Penyuluhan

Belakangan dunia kesehatan Indonesia digegerkan oleh temuan yang diungkap oleh Dr. Herawati Sudoyo Ph.D, Deputi Direktur Eikjman Institute. Disampaikan bahwa lembaga kesehatan ini menemukan munculnya kembali kasus virus Zika di Indonesia, tepatnya di kawasan Jambi pada awal semester tahun 2015 lalu.

Bahkan di Singapura, Otoritas disana telah mengonfirmasi ada 41 orang yang telah terinfeksi (28/8/2016), sedangkan di Vietnam sudah ada dua warganya yang positif Zika (5/4/2016).

Temuan-temuan ini cukup mengejutkan mengingat virus ini biasanya menjadi endemik kawasan Afrika dan area pasifik. Virus ini terbilang jarang muncul di kawasan Asia Tenggara. Dan inilah yang kemudian mendorong kami mengulas lebih lanjut mengenai Zika Virus. Apa sebenarnya Virus Zika dan apa serangan infeksi yang dapat muncul karenanya?

Semoga artikel ini membuat setiap pembaca Deherba.com lebih siap menghadapi virus Zika dan tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan yang tidak berlebihan. Dibagian akhir artikel ini juga akan diulas herbal apa yang bisa digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehinga membantu mencegah terinfeksi virus ini.

Berefek Serius terhadap Wanita Hamil?


Menurut laman resmi Depkes RI dikatakan bahaya terbesar dari serangan virus Zika justru muncul pada ibu hamil, karena ibu hamil yang positif memiliki virus tersebut kemungkinan bisa menularkan virus tersebut pada janin dalam kandungannya. Dan virus akan menyerang jaringan otot dan sistem saraf termasuk sistem saraf pusat di otak dari janin.

Menurut laman itu juga dikatakan hubungan infeksi virus Zika pada ibu hamil dengan kejadian cacat mikrosefalus (ukuran otak yang kecil) pada bayi yang dilahirkan belum terbukti secara ilmiah, namun bukti ke arah itu semakin kuat.

Dalam temuan di Brazil yang diketahui sebagai salah satu kota di Amerika Latin dengan kasus Zika yang tinggi pada tahun 2015, terjadi peningkatan signifikan kasus bayi yang lahir dengan cacat mikrosefalus.

Berdasarkan data pada tahun 2015, di Brazil secara keseluruhan ditemukan kasus Zika hingga ribuan temuan dengan 500 lebih kasus diderita oleh ibu hamil pada bulan desember lalu. Dan dari angka tersebut ditemukan 150 kasus ibu hamil yang akhirnya melahirkan bayi dengan mikrosefalus. Menurut pemberitaan CNN secara total diperkirakan ada peningkatan bayi dengan mikrosefalus hingga 4000-an kasus sepanjang tahun 2015 hingga Januari 2016 ini.

Efek serius terhadap wanita hamil hanyalah salah satu dari beberapa potensi bahaya virus Zika. Secara umum, terdapat 4 hal yang perlu Anda ketahui tentang bahaya virus Zika, cari tahu lebih banyak mengenai hal tersebut di artikel: Ada 4 Hal yang Harus Anda Ketahui dari Bahaya Zika Virus.

Bagaimana Gejala Infeksi Virus Zika?

Beberapa pakar melihat adanya banyak kesamaan gejala antara demam berdarah dengan demam Zika. Keduanya sama-sama diawali dengan demam yang naik turun serta rasa linu hebat pada persendian dan tulang. Kadang juga disertai mual, pusing, rasa tidak nyaman di perut dan disertai rasa lemah dan lesu yang hebat.

Beberapa kesamaan sebagai gejala awal membuat penyakit ini diidentifikasi secara keliru dengan penyakit demam berdarah. Namun sebenarnya terdapat beberapa gejala khas yang bisa membedakan keluhan infeksi Zika Virus dengan penyakit demam berdarah, beberapa tanda khusus tersebut antara lain:

  • Demam cenderung tidak terlalu tinggi, kadang maksimal hanya pada suhu 38 derajat celcius. Cenderung naik turun sebagaimana gejala demam berdarah, tetapi tidak terlalu tinggi.
  • Muncul beberapa ruam pada kulit yang berbentuk makulapapular atau ruam melebar dengan benjolan tipis yang timbul. Kadang ruam meluas dan membentuk semacam ruam merah tua dan kecoklatan yang mendatar dan menonjol.
  • Muncul rasa nyeri pada sendi dan otot, kadang disertai lebam dan bengkak pada sendi dan otot seperti terbentur dan keseleo ringan.
  • Kerap muncul keluhan infeksi mata menyerupai konjungtivitas dengan mata kemerahan. Kadang warna sangat kuat pada bagian dalam kelopak sebagai tanda munculnya ruam pada bagian dalam kelopak mata.

Meski beberapa pakar kesehatan belum mengibarkan bendera putih yang menandakan penyakit ini tidak berbahaya. Namun sejauh ini tidak ada kasus kematian yang muncul karena infeksi virus Zika. Penyakit yang memang masih dalam riset sejauh ini tidak menandakan sebagai penyakit berbahaya kecuali adanya masalah gangguan sendi, sakit kepala hebat, dan ruam yang membuat kulit terasa kurang nyaman dan gatal.

Penyakit yang memerlukan masa inkubasi 3 hari sebelum serangan ini juga kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan medis yang serius. Penanganan paling efektif menurut Dr. Herawati adalah dengan meningkatkan asupan vitamin C, E, B, dan A dalam tubuh untuk memicu sistem kekebalan tubuh membentuk perlawanan alami terhadap virus Zika. Dalam kondisi tubuh yang baik, penyakit infeksi ini dapat pulih dalam tempo 7 sampai 12 hari.

Berita Lainnya


Kepala Puskesmas Tarogong

dr. H. Eddy Kusmayadi
Kontak Admin
Online fauziafauzia
Online Support2Support2
Statistik

087018

Pengunjung hari ini : 12
Total pengunjung : 26173
Hits hari ini : 63
Total Hits : 87018
Pengunjung Online : 4
Ip :
Browser :
Web Link